Update Haji 2026, Apakah Semua Jemaah Asal Indonesia Sudah Berangkat Sesuai Jadwal? Ini Penjelasan Resmi Kemenhaj

ABA
Admin ABA Tour

Keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim. (Dok. By PT BIB untuk Batam Pos)

Memasuki akhir fase pemberangkatan haji 1447 H/2026 M, banyak masyarakat mulai bertanya apakah seluruh jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan sesuai jadwal. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan operasional haji hingga 23 Mei 2026 masih berjalan tertib, bertahap, dan sesuai rencana perjalanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dilansir dari berbagai keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, operasional haji Indonesia tahun 2026 secara umum berjalan lancar mulai dari proses keberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, hingga pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah.

Berdasarkan jadwal resmi pemerintah, pemberangkatan jemaah haji Indonesia dimulai sejak 22 April 2026 melalui gelombang pertama menuju Madinah. Sementara gelombang kedua mulai diberangkatkan pada 7 Mei 2026 langsung menuju Makkah melalui Bandara Jeddah.

Lebih dari 170 Ribu Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci

Per 17 Mei 2026, pemerintah mencatat sebanyak:

• 450 kloter telah diberangkatkan

• Total 173.928 jemaah dan 1.796 petugas sudah menuju Arab Saudi

• Sebagian besar jemaah telah menempati akomodasi di Makkah untuk persiapan puncak haji

Data tersebut menunjukkan mayoritas jemaah Indonesia telah diberangkatkan sesuai jadwal operasional yang telah disusun sebelumnya.

Selain itu, proses kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz International Airport (KAAIA) Jeddah juga terus berlangsung secara bertahap dan terkendali.

Apakah Semua Jemaah Sudah Berangkat?

Hingga 23 Mei 2026, proses pemberangkatan masih berada pada tahap akhir operasional dan belum seluruh kloter dinyatakan selesai diberangkatkan secara nasional.

Namun, pemerintah memastikan seluruh proses berjalan sesuai skema operasional tanpa gangguan besar maupun penundaan massal.

Kementerian Haji dan Umrah RI juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah:

• penyelesaian kedatangan jemaah terakhir,

• persiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina),

• penguatan layanan kesehatan,

• serta kesiapan transportasi dan tenda jemaah.

Persiapan Puncak Haji Jadi Prioritas

Menjelang wukuf di Arafah yang dijadwalkan berlangsung akhir Mei 2026, pemerintah mempercepat finalisasi layanan di Armuzna.

Fasilitas tenda di Arafah sebelumnya dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen kesiapan, termasuk:

• akomodasi jemaah,

• konsumsi,

• transportasi,

• hingga layanan kesehatan untuk lansia dan risiko tinggi.

Kemenhaj Imbau Jemaah Fokus Jaga Kesehatan

Kondisi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 40 derajat Celsius lebih menjadi perhatian serius pemerintah.

Kemenhaj meminta jemaah:

• membatasi aktivitas berat,

• memperbanyak minum air putih,

• menjaga waktu istirahat,

• serta segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.

Hal ini penting karena fase puncak haji menjadi momen paling padat dan menguras stamina selama ibadah berlangsung.

Pemerintah Pastikan Operasional Haji 2026 Tetap Terkendali

Sejumlah laporan resmi menyebut operasional haji 2026 masih berjalan tertib dan terkendali meski jumlah jemaah Indonesia tahun ini mencapai lebih dari 220 ribu orang.

Pemerintah juga terus memperkuat perlindungan jemaah dari:

• haji nonprosedural,

• penipuan layanan ibadah,

• hingga pengawasan kesehatan menjelang Armuzna.

Bersama ABA Tour, Ibadah Lebih Tenang dan Terarah

Sebagai travel haji dan umroh terpercaya, ABA Tour terus berkomitmen menghadirkan pelayanan ibadah yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur resmi pemerintah.

Dengan pendampingan profesional, pembimbing berpengalaman, serta pelayanan terarah, ABA Tour siap menjadi sahabat perjalanan ibadah menuju haji dan umroh yang lebih tenang dan mabrur.