Jenis-Jenis Kurma yang Disunnahkan Nabi Muhammad SAW: Keutamaan, Ragam, dan Hikmahnya
Arsip Digital • Panduan Haji dan Umroh

Jenis-Jenis Kurma yang Disunnahkan Nabi Muhammad SAW: Keutamaan, Ragam, dan Hikmahnya

Aba Digital Library
Penulis Official Aba
Tahun 2026

Kurma bukan sekadar buah yang identik dengan Timur Tengah. Dalam Islam, kurma memiliki kedudukan istimewa karena sering disebut dalam Al-Qur’an dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Rasulullah ﷺ. Bahkan, beberapa jenis kurma memiliki keutamaan khusus yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Di kota suci Madinah, kurma menjadi salah satu makanan pokok yang tidak terpisahkan dari tradisi dan ibadah umat Islam. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengonsumsi kurma, tetapi juga memberikan tuntunan tentang jenis dan cara mengonsumsinya.

kurma yang disunahkan Rosul

Kurma dalam Sunnah Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ dikenal sangat menyukai kurma. Dalam berbagai riwayat hadits, beliau menjadikan kurma sebagai:

  • Makanan berbuka puasa

  • Sarapan pagi

  • Sumber energi alami

Salah satu hadits yang terkenal menyebutkan:

Barangsiapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim

Jenis-Jenis Kurma yang Disunnahkan

  1. Kurma Ajwa (Kurma Nabi)

    Kurma Ajwa adalah jenis kurma yang paling terkenal dalam sunnah Rasulullah ﷺ.

    • Berasal dari Madinah

    • Berwarna hitam pekat

    • Teksturnya lembut dan rasanya tidak terlalu manis

    Rasulullah ﷺ bersabda: “Kurma Ajwa berasal dari surga, dan ia adalah penawar racun.” (HR. Tirmidzi)

    Kurma ini sering disebut sebagai “kurma Nabi” karena keutamaannya yang luar biasa, baik secara spiritual maupun kesehatan.

  2. Kurma Rutab (Kurma Basah)

    Rutab adalah kurma yang masih segar dan memiliki kadar air tinggi.

    • Teksturnya lembut

    • Rasanya manis alami

    • Biasanya dikonsumsi sebelum benar-benar kering

    Rasulullah ﷺ sangat menyukai rutab, bahkan sering mengonsumsinya bersama makanan lain.

  3. Kurma Tamr (Kurma Kering)

    Tamr adalah kurma yang sudah matang sempurna dan dikeringkan.

    • Lebih tahan lama

    • Rasa manis lebih kuat

    • Mudah disimpan dan dibawa

    Kurma jenis ini sering digunakan Rasulullah ﷺ untuk berbuka puasa jika tidak menemukan rutab.

    Hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan bahwa: Rasulullah berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air.

  4. Kurma dengan Jumlah Ganjil

    Selain jenisnya, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan cara mengonsumsi kurma, yaitu dengan jumlah ganjil: 1, 3, 5, atau 7 butir

    Ini menjadi sunnah yang sering diamalkan oleh umat Islam. Dijelaskan dalam riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah ﷺ menyukai bilangan ganjil dalam berbagai hal.

Penjelasan Ulama tentang Kurma Ajwa

Para ulama seperti Imam Nawawi dalam syarah hadits menjelaskan bahwa: Keutamaan perlindungan dari racun dan sihir berlaku khusus untuk kurma Ajwa Madinah. Hal ini merupakan bentuk keberkahan yang Allah berikan

Sementara ulama lain seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa: Hadits ini menunjukkan keutamaan makanan tertentu dalam sunnah Sekaligus menjadi bukti adanya keberkahan pada makanan yang dikonsumsi Rasulullah ﷺ

Hikmah Mengonsumsi Kurma dalam Sunnah

Mengonsumsi kurma bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga mengandung nilai ibadah:

  • Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ Setiap makanan yang dicontohkan Rasulullah memiliki nilai ibadah jika diniatkan.

  • Sumber Energi Alami, Kurma kaya akan gula alami, sangat baik untuk memulihkan energi, terutama saat puasa.

  • Simbol Kesederhanaan. Meskipun sederhana, kurma menjadi makanan utama Rasulullah ﷺ, menunjukkan gaya hidup yang tidak berlebihan.

  • Mengandung Keberkahan. Beberapa jenis kurma seperti Ajwa memiliki keutamaan khusus yang tidak dimiliki makanan lain.

Kurma adalah makanan yang tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dari kurma Ajwa, rutab, hingga tamr, semuanya memiliki tempat dalam sunnah Rasulullah ﷺ.

Dengan memahami jenis-jenis kurma yang dianjurkan, umat Islam tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.