Ketika Unta Rasulullah Menentukan Lokasi Masjid Nabawi
Arsip Digital • Mekah dan Madinah

Ketika Unta Rasulullah Menentukan Lokasi Masjid Nabawi

Aba Digital Library
Kembali Ke Arsip

Kota Madinah menyimpan banyak kisah penting dalam sejarah Islam. Di kota inilah Rasulullah ﷺ membangun masyarakat Islam pertama setelah hijrah dari Makkah. Salah satu kisah yang menarik sekaligus penuh makna adalah peristiwa ketika unta tunggangan Rasulullah berhenti di suatu tempat yang kemudian menjadi lokasi berdirinya Masjid Nabawi.

Peristiwa ini terjadi pada awal kedatangan Rasulullah ﷺ di Madinah. Saat itu, penduduk Madinah yang dikenal sebagai kaum Anshar telah lama menunggu kedatangan beliau dengan penuh harap.

 

Penantian Penduduk Madinah

Ketika kabar hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah mulai terdengar, kaum Anshar setiap hari keluar dari rumah mereka untuk menunggu kedatangan Nabi. Mereka berdiri di pinggiran kota sejak pagi hari, berharap dapat menjadi orang pertama yang menyambut beliau.

Jika matahari sudah terlalu terik dan Rasulullah belum juga datang, mereka kembali ke rumah masing-masing. Penantian itu berlangsung berhari-hari.

Hingga akhirnya pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun pertama Hijriyah (23 September 622 M), sebuah peristiwa terjadi yang mengubah suasana Madinah.

Seorang lelaki Yahudi yang sedang berada di atas bangunan tinggi melihat dua orang dari kejauhan yang berjalan menuju kota. Ia segera berteriak memanggil penduduk:

“Wahai orang-orang Arab, inilah orang yang kalian tunggu!”

Seruan itu langsung membuat penduduk Madinah berhamburan keluar dari rumah mereka. Suara takbir menggema menyambut kedatangan Rasulullah ﷺ.

Sahabat Nabi, Abu Darda’, menggambarkan suasana itu dengan mengatakan:

“Aku tidak pernah melihat penduduk Madinah lebih bergembira dengan sesuatu sebagaimana kegembiraan mereka ketika Rasulullah datang.”
(HR. al-Bukhari)

Singgah di Quba

Sebelum memasuki pusat kota Madinah, Rasulullah ﷺ terlebih dahulu singgah di daerah Quba, wilayah Bani ‘Amr bin ‘Auf. Beliau tinggal di sana selama sekitar dua minggu.

Di tempat ini Rasulullah membangun Masjid Quba, yang dikenal sebagai masjid pertama yang didirikan setelah peristiwa hijrah.

Setelah itu, Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan menuju kota Madinah.

Setiap Rumah Mengundang Rasulullah

Ketika Rasulullah ﷺ memasuki kota Madinah, suasana penuh kegembiraan terasa di seluruh penjuru kota. Setiap keluarga berharap Rasulullah tinggal di rumah mereka.

Setiap kali beliau melewati sebuah rumah, pemilik rumah akan memegang tali kekang unta Rasulullah sambil berkata:

“Wahai Rasulullah, tinggallah di rumah kami.”

Namun Rasulullah ﷺ tidak langsung memilih tempat tinggal.

Beliau berkata:

“Biarkan ia berjalan, karena sesungguhnya ia diperintah.”

Yang dimaksud adalah unta tunggangan Rasulullah. Beliau membiarkan unta itu berjalan tanpa diarahkan, seakan menyerahkan penentuan tempat kepada kehendak Allah.

Unta Rasulullah Berhenti di Bani Najjar

Unta Rasulullah terus berjalan melewati rumah-rumah penduduk hingga akhirnya berhenti di sebuah tanah kosong di wilayah Bani Najjar.

Namun Rasulullah ﷺ belum turun.

Unta itu kemudian bangkit kembali dan berjalan beberapa langkah, lalu kembali lagi ke tempat yang sama dan berhenti di sana.

Barulah Rasulullah ﷺ turun dari punggungnya.

Tempat itu berada tepat di depan rumah seorang sahabat bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Tanah tersebut kemudian dibeli untuk dijadikan lokasi pembangunan masjid.

Di tempat inilah kemudian berdiri Masjid Nabawi, yang hingga hari ini menjadi salah satu masjid paling mulia dalam Islam.

Rasulullah Tinggal di Rumah Abu Ayyub

Selama pembangunan Masjid Nabawi berlangsung, Rasulullah ﷺ tinggal sementara di rumah Abu Ayyub Al-Anshari.

Rumah tersebut terdiri dari dua lantai. Awalnya Rasulullah tinggal di lantai bawah, sementara Abu Ayyub dan istrinya berada di lantai atas.

Namun Abu Ayyub merasa tidak nyaman berada di atas Rasulullah. Ia berkata kepada istrinya bahwa mereka seakan berjalan di atas kepala Nabi.

Karena rasa hormat yang sangat besar, Abu Ayyub akhirnya meminta agar Rasulullah pindah ke lantai atas. Rasulullah ﷺ kemudian memenuhi permintaan tersebut.

Kisah ini menunjukkan betapa besar kecintaan para sahabat kepada Rasulullah.

Awal Berdirinya Pusat Peradaban Islam

Tanah tempat berhentinya unta Rasulullah kemudian dibangun menjadi Masjid Nabawi. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat kegiatan umat Islam.

Di masjid inilah Rasulullah ﷺ mengajarkan Al-Qur’an, memimpin umat, dan membangun sistem kehidupan masyarakat Islam yang kemudian menjadi dasar bagi perkembangan peradaban Islam.

Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam. Dari sebuah tanah kosong tempat berhentinya unta Rasulullah, lahirlah sebuah masjid yang hingga hari ini menjadi tujuan jutaan umat Islam dari seluruh dunia.

Bagi kaum Muslimin, Madinah bukan sekadar kota bersejarah. Ia adalah tempat lahirnya masyarakat Islam pertama dan saksi dari perjuangan Rasulullah dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman dan akhlak.(*)