Muharram, Salah Satu dari Empat Bulan Suci yang Dimuliakan dalam Islam
Arsip Digital • Panduan Haji dan Umroh

Muharram, Salah Satu dari Empat Bulan Suci yang Dimuliakan dalam Islam

Aba Digital Library
Penulis Official Aba
Tahun 2026

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Allah SWT menjadikan Muharram sebagai bagian dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan dan dihormati. Karena kemuliaannya tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan selama bulan Muharram.

Bagi kaum muslimin, Muharram bukan hanya penanda pergantian tahun Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, memahami keutamaan bulan Muharram dapat membantu umat Islam memanfaatkan waktu yang mulia ini dengan sebaik-baiknya.

Muharram Termasuk Empat Bulan Suci dalam Islam

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu." (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari dosa dan memperbanyak amal kebaikan karena pahala amal saleh dilipatgandakan dan kemaksiatan menjadi lebih berat dosanya.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa larangan menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan haram menunjukkan pentingnya menjaga ketakwaan dan kehormatan bulan yang telah dimuliakan oleh Allah SWT.

Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah?

Keistimewaan Muharram semakin terlihat dari sabda Rasulullah ﷺ:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim No. 1163)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah ﷺ menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" (Bulan Allah). Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa penyebutan "bulan Allah" merupakan bentuk pengagungan terhadap bulan Muharram sekaligus anjuran untuk memperbanyak ibadah di dalamnya.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

  1. Memperbanyak Puasa Sunnah

    Amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Di antara puasa yang paling utama adalah puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyura).

    Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162)

    Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Asyura sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

  2. Memperbanyak Dzikir dan Doa

    Muharram merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa. Sebagai awal tahun Hijriah, bulan ini dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah.

  3. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan

    Sebagai bulan yang dimuliakan, Muharram menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, serta melakukan berbagai amal kebajikan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan dalam Islam. Keutamaannya ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadits Rasulullah ﷺ, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, puasa sunnah, dzikir, sedekah, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi momen yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan memulai lembaran baru dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat memanfaatkan kemuliaan bulan Muharram untuk meraih keberkahan dan ampunan-Nya.

Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Login di Sini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!