Emir Madinah Tegaskan Pelayanan Jemaah Adalah Komitmen Utama Arab Saudi Sejak Berdirinya Kerajaan

ABA
Admin ABA Tour

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Emir Madinah, Pangeran Salman bin Sultan, menyatakan bahwa pelayanan terhadap jemaah bukan sekadar tugas administratif, tetapi merupakan komitmen mendalam yang telah mengakar sejak berdirinya Kerajaan Arab Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran Salman bin Sultan saat meresmikan Umrah and Ziyarah Forum edisi ketiga yang digelar di King Salman International Convention Center, Madinah, pada awal pekan ini.

Melansir pemberitaan Saudi Gazette yang kemudian dikutip sejumlah media nasional, termasuk Inilah.com pada Kamis (2/4/2026), Pangeran Salman menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah telah menjadi bagian dari fondasi berdirinya Kerajaan Arab Saudi.

"Pelayanan jemaah bukan tugas sementara, melainkan komitmen mendasar sejak berdirinya Kerajaan oleh Raja Abdulaziz," ungkap Pangeran Salman.

Ia menambahkan, hingga saat ini kepemimpinan Arab Saudi terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk melayani Dua Tanah Suci serta menghadirkan pengalaman terbaik bagi para tamu Allah yang datang untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Komitmen ini menjadi bagian penting dari transformasi besar sektor haji dan umrah yang terus dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Forum Strategis Global Umrah dan Ziarah

Umrah and Ziyarah Forum yang berlangsung selama tiga hari ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bekerja sama dengan Pilgrim Experience Program, yang merupakan bagian dari implementasi Visi Arab Saudi 2030.

Forum ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai platform global yang mempertemukan para ahli, pemangku kepentingan, penyedia layanan, serta investor dalam sektor haji dan umrah.

Melalui forum ini, berbagai pihak dapat bertukar gagasan, menjajaki peluang kerja sama, serta merumuskan masa depan layanan umrah dan ziarah yang lebih modern, nyaman, dan berkualitas.

Pangeran Salman menegaskan bahwa perjalanan umrah dan ziarah bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang sarat makna, yang berakar pada sejarah panjang peradaban Islam dari Tanah Suci.

"Perkembangan pesat layanan umrah dan ziarah mencerminkan kesungguhan Arab Saudi dalam menjalankan misi keagamaan dan kemanusiaannya," ujarnya.

Lonjakan Jemaah Umrah dan Kepuasan Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mengungkapkan capaian signifikan sektor umrah dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir laporan yang disampaikan dalam forum tersebut, jumlah jemaah umrah dari luar negeri mencapai lebih dari 18 juta orang sepanjang periode 2022 hingga 2025. Angka ini meningkat signifikan hingga 214 persen, menunjukkan pertumbuhan besar sektor umrah global.

Selain itu, tingkat kepuasan jemaah pada tahun 2025 juga mencapai 94 persen, yang mencerminkan peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Capaian ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji dan umrah yang terus dilakukan, termasuk digitalisasi layanan, peningkatan fasilitas transportasi, serta pengembangan infrastruktur di Makkah dan Madinah.

 

Inovasi dan Pelestarian Sejarah Islam

Dalam forum tersebut, Pangeran Salman juga meresmikan Atlas Sejarah Sirah Nabawiyah yang disusun oleh King Abdulaziz Foundation. Atlas ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah Islam sekaligus meningkatkan pengalaman spiritual jemaah saat berziarah di Madinah.

Selain itu, ia juga meluncurkan inisiatif penamaan kawasan dan jalan di proyek Rua Al Madinah menggunakan nama-nama historis yang terdokumentasi secara ilmiah.

Langkah ini bertujuan menjaga identitas budaya serta memperkuat nilai sejarah di sekitar Masjid Nabawi, sehingga jemaah tidak hanya beribadah, tetapi juga merasakan pengalaman sejarah Islam secara lebih mendalam.

 

Penguatan Ekosistem Umrah Global

Forum Umrah and Ziyarah juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem layanan umrah secara global. Dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara berbagai pihak di sektor haji dan umrah.

Sejumlah penghargaan juga diberikan kepada organisasi dan perusahaan penyelenggara umrah yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Arab Saudi mempertegas arah kebijakan sektor haji dan umrah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah jemaah, tetapi juga kualitas layanan dan pengalaman spiritual.

Hal ini sejalan dengan target besar Visi Arab Saudi 2030 yang menempatkan pelayanan jemaah haji dan umrah sebagai salah satu prioritas utama.

Bagi calon jemaah dari Indonesia, perkembangan ini menjadi kabar positif karena menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kualitas layanan ibadah di Tanah Suci.

ABA Tour & Travel terus mengikuti perkembangan layanan haji dan umrah di Arab Saudi guna memastikan jamaah mendapatkan pengalaman ibadah yang terbaik, nyaman, dan penuh makna spiritual saat berada di Makkah dan Madinah.(*/ABA-01)