Madinah menjadi salah satu kota yang paling dirindukan jamaah haji dan umrah. Di kota inilah berdiri Masjid Nabawi, tempat yang setiap hari dipadati jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia. Namun, karena area masjid yang sangat luas dan memiliki banyak akses masuk, jamaah perlu memahami titik-titik penting agar tidak mudah tersesat.
Salah satu panduan sederhana yang sangat membantu adalah mengenali warna dan nomor pintu Masjid Nabawi. Informasi ini penting bukan hanya untuk memudahkan mobilitas, tetapi juga membantu petugas, pembimbing, dan rombongan dalam memberikan pertolongan lebih cepat jika ada jamaah yang terpisah dari kelompoknya.
Masjid Nabawi memiliki sejumlah pintu yang ditandai dengan warna berbeda. Setiap warna menunjukkan arah dan akses menuju lokasi tertentu, mulai dari area ziarah, Raudhah, Maqbarah Baqi, pasar, hotel, hingga layanan kesehatan. Panduan warna pintu ini juga disosialisasikan kepada jamaah agar mereka lebih mudah mengingat arah selama berada di sekitar Masjid Nabawi.
Pintu Hijau: Akses Ziarah dan Raudhah
Bagi jamaah yang ingin menuju area ziarah, Makam Rasulullah SAW, dan Raudhah, pintu yang perlu diingat adalah pintu berwarna hijau.
Pintu hijau berada di sisi selatan Masjid Nabawi dan mencakup pintu nomor 301 sampai 308 serta 365 sampai 370. Area ini menjadi salah satu jalur penting bagi jamaah yang hendak berziarah dan mendekat ke kawasan Raudhah.
Secara sederhana, jamaah dapat mengingat: ziarah dan Raudhah, cari pintu hijau.
Pintu Ungu: Arah Zamzam Galon dan Barat Daya Masjid
Pintu berwarna ungu berada di sisi barat daya Masjid Nabawi. Pintu ini mencakup nomor 309 sampai 313 dan berdekatan dengan kawasan Masjid Al Ghamama serta Masjid Abu Bakar.
Salah satu informasi penting bagi jamaah adalah keberadaan titik pengambilan zamzam dalam jumlah besar di sekitar pintu 310. Karena itu, pintu ungu dapat menjadi patokan bagi jamaah yang membutuhkan akses ke area tersebut.
Pintu Biru: Arah Maqbarah Baqi dan Layanan Kesehatan
Jika jamaah ingin menuju Maqbarah Baqi, yaitu area pemakaman para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW, maka pintu yang perlu diingat adalah pintu biru.
Pintu biru berada di sisi timur Masjid Nabawi, meliputi pintu nomor 344 sampai 364. Akses ini juga mengarah ke Bab Jibreel Health Care atau layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Panduan mudahnya: Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan, ingat pintu biru.
Pintu Oranye: Arah Pasar Bilal dan Taman Saqifah
Pintu berwarna oranye berada di sisi barat Masjid Nabawi. Pintu ini mencakup nomor 314 sampai 327.
Bagi jamaah yang hendak menuju kawasan Pasar Bilal atau Taman Saqifah, pintu oranye dapat menjadi penanda arah yang mudah diingat. Area ini juga sejajar dengan sektor 3 dan 4 yang kerap menjadi jalur pergerakan jamaah.
Untuk mengingatnya: pasar dan area barat, cari pintu oranye.
Pintu Merah: Arah Hotel dan Pusat Perbelanjaan
Pintu merah berada di sisi utara Masjid Nabawi dan mencakup pintu nomor 328 sampai 343. Area ini mengarah ke pusat perbelanjaan dan kawasan hotel yang banyak digunakan jamaah Indonesia.
Karena banyak jamaah tinggal di area hotel sekitar sisi utara, pintu merah menjadi salah satu patokan penting ketika kembali dari Masjid Nabawi menuju penginapan.
Ingat mudahnya: hotel dan belanja, pintu merah.
Panduan Cepat Warna Pintu Masjid Nabawi
Agar lebih mudah diingat, berikut rangkuman singkatnya:
Pintu Merah 328-343
Arah sisi utara, menuju kawasan hotel dan pusat perbelanjaan.
Pintu Oranye 314-327
Arah sisi barat, menuju Pasar Bilal dan Taman Saqifah.
Pintu Ungu 309-313
Arah barat daya, dekat area zamzam galon.
Pintu Hijau 301-308 dan 365-370
Arah sisi selatan, menuju area ziarah, Makam Rasulullah SAW, dan Raudhah.
Pintu Biru 344-364
Arah sisi timur, menuju Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan.
Gelang Haji Jangan Dilepas Selama di Tanah Suci
Selain mengenali warna pintu, jamaah haji Indonesia juga diimbau untuk selalu menggunakan gelang identitas haji selama berada di Tanah Suci.
Gelang ini sangat penting karena memuat data jamaah yang dapat membantu proses identifikasi apabila jamaah tersesat, terpisah dari rombongan, mengalami kendala kesehatan, atau membutuhkan bantuan petugas.
Dalam gelang haji tercantum sejumlah informasi penting, di antaranya nomor kloter, nomor paspor, nomor maktab, tahun keberangkatan haji, identitas Kementerian Haji dan Umrah RI, tulisan Indonesia beraksara Arab, bendera Indonesia, serta kode embarkasi jamaah.
Karena itu, jamaah sebaiknya tidak melepas gelang haji selama berada di Arab Saudi. Bagi jamaah lansia atau jamaah yang baru pertama kali ke Tanah Suci, gelang ini menjadi salah satu alat bantu keselamatan yang sangat penting.
ABA Tour Ingatkan Jamaah untuk Selalu Bersama Rombongan
ABA Tour mengimbau jamaah haji dan umrah agar selalu memperhatikan arahan pembimbing, mengenali titik kumpul, menyimpan nomor kontak muthawif atau tour leader, serta tidak berjalan sendiri tanpa izin rombongan.
Sebelum keluar dari hotel menuju Masjid Nabawi, jamaah juga disarankan mengingat nama hotel, nomor kamar, pintu masuk yang digunakan, serta warna pintu terdekat dari jalur pulang.
Dengan memahami panduan sederhana ini, insya Allah perjalanan ibadah di Madinah dapat berlangsung lebih tenang, aman, dan nyaman. Masjid Nabawi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang spiritual yang penuh kerinduan. Karena itu, persiapan kecil seperti mengenali warna pintu dapat menjadi ikhtiar besar untuk menjaga kekhusyukan jamaah selama berada di Kota Nabi.(*/ABA-01)