Kabar baik datang bagi calon jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan setiap jemaah haji tahun 2026 akan mendapatkan uang saku sebesar 750 riyal Arab Saudi. Kebijakan ini diharapkan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa khawatir kebutuhan selama di Tanah Suci.
Jemaah Haji Dapat Uang Saku 750 Riyal
Dilansir dari Detik Hikmah pada 10 April 2026, BPKH telah menyiapkan dana living cost bagi jemaah haji Indonesia sebesar 750 riyal Saudi (SAR) per orang atau setara sekitar Rp3,4 juta.
Penyaluran ini ditandai dengan serah terima mata uang riyal antara BPKH dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta.
Secara total, dana yang disiapkan mencapai SAR 152.490.000 untuk memenuhi kebutuhan sekitar 203.320 jemaah haji reguler.
Ini Rincian Uang Saku yang Diterima Jemaah
Agar memudahkan transaksi selama di Tanah Suci, uang saku akan diberikan dalam pecahan sebagai berikut:
1 lembar SAR 500
2 lembar SAR 100
1 lembar SAR 50
Komposisi ini dirancang agar jemaah lebih praktis saat berbelanja kebutuhan harian maupun keperluan lainnya.
Untuk Apa Uang Saku Ini Digunakan?
Uang saku tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan selama ibadah haji, antara lain:
Konsumsi tambahan di luar paket
Dana cadangan kebutuhan mendesak
Pembayaran dam (denda ibadah)
Keperluan pribadi lainnya
Dengan adanya living cost ini, jemaah diharapkan tidak kesulitan secara finansial selama menjalankan ibadah.
Sistem Transparan, Dana Haji Dikelola Profesional
BPKH menjelaskan bahwa pengadaan valuta asing tahun ini menggunakan mekanisme akad sharf, yaitu sistem pertukaran mata uang secara tunai yang transparan.
Nilai pokok diserahkan langsung, sementara biaya distribusi dibayarkan setelah seluruh proses selesai. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan profesionalitas pengelolaan dana haji.
Biaya Haji Disubsidi, Jemaah Lebih Ringan
Meski total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2026 mencapai sekitar Rp87 juta, jemaah hanya perlu membayar sekitar Rp54 juta.
Sisanya, sekitar Rp33,2 juta, ditanggung melalui hasil pengelolaan dana haji oleh BPKH.
Bahkan, pemerintah memastikan jika terjadi kenaikan biaya akibat kondisi global, tambahan tersebut tidak akan dibebankan kepada jemaah dan dapat ditanggung melalui APBN.
Ibadah Tenang Dimulai dari Persiapan yang Tepat
Dengan adanya uang saku dan subsidi biaya, jemaah kini bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terbebani masalah finansial.
Namun, selain kesiapan biaya, memilih travel haji yang tepat juga menjadi faktor penting agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Pastikan Anda memilih travel yang:
Resmi dan berizin
Transparan dalam layanan
Berpengalaman mendampingi jemaah
Pilih Travel Aman, Ibadah Lebih Nyaman
Untuk Anda yang sedang mempersiapkan keberangkatan, ABA Tour hadir sebagai travel haji dan umroh terpercaya dengan pelayanan profesional, legalitas resmi, dan pendampingan maksimal.
Jangan hanya mengandalkan fasilitas, pastikan perjalanan ibadah Anda aman dan terarah. Percayakan bersama ABA Tour sekarang juga.