Update Haji 2026: Jemaah Mulai Jalani Hari Tasyrik di Mina, Ini Rangkaian Wajib Haji yang Dilaksanakan

ABA
Admin ABA Tour

Proses Jemaah Haji Sedang Melakukan Lempar Jumrah (Dok By. https://hasuna.co.id/)

Pelaksanaan ibadah haji 1447 H / 2026 M kini memasuki fase Hari Tasyrik yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada fase ini, jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk jemaah asal Indonesia, menetap di kawasan Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah wajib haji.

Hari Tasyrik menjadi salah satu fase penting setelah pelaksanaan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Melontar Jumrah Jadi Amalan Utama

Pada Hari Tasyrik, jemaah melaksanakan ritual melontar tiga jumrah, yaitu:

  • Jumrah Ula,

  • Jumrah Wustha,

  • dan Jumrah Aqabah.

  • Prosesi lempar jumrah dilakukan menggunakan batu kerikil yang sebelumnya telah dikumpulkan jemaah saat berada di Muzdalifah.

Melontar jumrah menjadi simbol perlawanan terhadap godaan setan sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Mabit di Mina Menjadi Bagian Wajib Haji

Selain melontar jumrah, jemaah juga melaksanakan mabit atau bermalam di Mina selama Hari Tasyrik berlangsung.

Selama berada di Mina, jemaah memperbanyak ibadah, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta menjaga kondisi fisik sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Pemerintah Arab Saudi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia terus memastikan layanan tenda, konsumsi, kesehatan, dan transportasi berjalan optimal selama fase ini.

Cuaca Panas Masih Jadi Tantangan Utama

Memasuki Hari Tasyrik, suhu udara di kawasan Mina dan Makkah masih berada di kisaran 40 hingga 45 derajat Celsius.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah RI kembali mengimbau jemaah untuk:

  • memperbanyak minum air putih,

  • mengurangi aktivitas berat di luar jadwal ibadah,

  • menggunakan payung atau pelindung kepala,

  • serta menjaga stamina selama berada di Mina.

Petugas kesehatan juga disiagakan selama 24 jam guna membantu jemaah yang mengalami kelelahan akibat suhu panas ekstrem dan kepadatan aktivitas ibadah.

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Jadi Prioritas

PPIH Indonesia memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid).

Pendampingan khusus terus dilakukan agar seluruh jemaah dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman hingga tahapan akhir haji selesai.

Berbagai fasilitas tambahan seperti kursi roda, layanan kesehatan cepat tanggap, hingga pendampingan petugas di area jumrah terus diperkuat demi menjaga keselamatan jemaah.

Pemerintah Imbau Jemaah Tetap Disiplin dan Ikuti Arahan Petugas

Di tengah jutaan jemaah yang berkumpul di Mina, pemerintah mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar tetap disiplin dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan berlebih maupun risiko terpisah dari rombongan.

Jemaah juga diminta selalu membawa identitas dan kartu Nusuk selama menjalankan rangkaian ibadah di Armuzna.

ABA Tour Dukung Ibadah Haji dan Umroh yang Aman dan Nyaman

Sebagai travel haji dan umroh terpercaya, ABA Tour terus berkomitmen menghadirkan pelayanan ibadah yang aman, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat serta regulasi resmi pemerintah.

Dengan pendampingan profesional dan pembimbing berpengalaman, ABA Tour siap mendampingi perjalanan ibadah menuju haji dan umroh yang lebih tenang, terarah, dan mabrur.