Update Umrah 2026: Kemenhaj RI Himbau Jemaah Korban Travel Umrah Bermasalah Segera Melapor

ABA
Admin ABA Tour

Suasana rapat Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid (Dok By Kemenhaj RI)

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang bermasalah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah serta menciptakan tata kelola umrah yang lebih aman, tertib, dan profesional.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa sejak Kemenhaj resmi berdiri pada September 2025, pihaknya telah menerima sebanyak 72 aduan terkait travel umrah bermasalah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme mediasi antara pihak travel dan jemaah.

"Dari 72 aduan travel umrah yang masuk, sebanyak 19 kasus telah berhasil kami selesaikan melalui proses mediasi," ujar Harun pada Kamis (18/6/2026).

Menurut Harun, pendekatan mediasi menjadi langkah awal yang diutamakan pemerintah sebelum menempuh jalur hukum. Melalui mekanisme tersebut, Kemenhaj berusaha mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik, khususnya apabila pihak travel masih memiliki kemampuan dan itikad baik dalam menyelesaikan kewajibannya kepada jemaah.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah dugaan penipuan yang melibatkan Travel Hanania. Dalam proses penyelesaiannya, Kemenhaj turut hadir sebagai mediator dan saksi dalam penandatanganan kesepakatan antara pihak travel dan para jemaah pada April 2026. Namun dalam perkembangannya, kesepakatan tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya sehingga kasus tersebut kini ditangani oleh aparat penegak hukum.

"Kehadiran kami bukan sekadar seremoni. Kami ingin kesepakatan tersebut memiliki kekuatan moral yang lebih besar dibandingkan jika hanya melibatkan travel dan jemaah," tegas Harun.

Selain menangani berbagai pengaduan yang masuk, Kemenhaj saat ini juga tengah menyusun sistem tata kelola umrah yang lebih komprehensif. Sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan ibadah umrah yang aman, nyaman, transparan, dan memberikan perlindungan lebih kuat kepada masyarakat.

Harun menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara yang ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci memperoleh rasa aman dan perlindungan yang memadai. Karena itu, masyarakat yang merasa dirugikan oleh travel umrah bermasalah diminta untuk segera melapor agar dapat memperoleh pendampingan dan bantuan penyelesaian.

Pentingnya Memilih Travel Umrah Resmi dan Berizin

Kasus-kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Calon jemaah dianjurkan memastikan legalitas travel, memeriksa izin operasional, memahami detail paket yang ditawarkan, serta tidak mudah tergiur oleh harga yang jauh di bawah standar pasar.

Kejelasan program, transparansi biaya, kualitas akomodasi, jadwal keberangkatan, hingga rekam jejak perusahaan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran.

ABA Tour: Komitmen Memberikan Layanan Umrah yang Aman dan Terpercaya

Sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi yang telah memiliki izin dari pemerintah, ABA Tour terus berkomitmen menghadirkan layanan umrah yang aman, transparan, dan profesional. Setiap program disusun dengan memperhatikan aspek kenyamanan, kepastian keberangkatan, kualitas akomodasi, serta pendampingan ibadah yang optimal bagi para jemaah.

Melalui berbagai program unggulan, termasuk Umrah Akbar 2026, ABA Tour mengajak masyarakat untuk selalu memilih travel resmi dan terpercaya agar dapat menjalankan ibadah ke Tanah Suci dengan tenang, nyaman, dan penuh keberkahan.

Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Login di Sini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!