Wamenhaj RI, Kuota Haji Indonesia Bisa Tembus 600 Ribu! Antrean Berpotensi Jauh Lebih Cepat

ABA
Admin ABA Tour
0

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta (Foto: X @Dahnilanzar)

Jakarta – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji Indonesia. Dilansir dari detik hikmah, seiring dengan implementasi program besar Visi Saudi 2030, kuota haji Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa kuota jemaah haji Indonesia berpotensi meningkat hingga mencapai 500 ribu hingga 600 ribu jemaah per tahun.

“Kalau sekarang kuota kita sekitar 200 ribu lebih, ke depan bisa naik sampai 500–600 ribu. Itu bisa mempercepat antrean dari 26 tahun jadi sekitar 10 sampai 13 tahun,” ujarnya di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Target 5 Juta Jemaah Haji Dunia

Dalam program Visi Saudi 2030, pemerintah Arab Saudi menargetkan mampu menampung hingga 5 juta jemaah haji setiap tahunnya pada periode 2029–2030.

Dengan meningkatnya kapasitas tersebut, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah terbesar akan mendapatkan dampak langsung berupa penambahan kuota.

“Kalau 5 juta orang yang akan ditampung oleh Saudi, itu artinya kuota kita akan bertambah. Jadi masalah kuota, dilobi atau tidak dilobi, itu sebenarnya akan bertambah seiring dengan Saudi Vision itu,” jelas Dahnil.

Antrean Haji Berpotensi Lebih Cepat

Saat ini, jumlah antrean jemaah haji Indonesia mencapai sekitar 5,7 juta orang. Sebelumnya, masa tunggu haji bahkan sempat mencapai 49 tahun dan kini telah berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun.

Pemerintah pun terus berupaya mencari solusi agar masa tunggu bisa semakin dipercepat, seiring dengan peluang yang dibuka oleh kebijakan global Arab Saudi.

“Presiden menginginkan antrean lebih cepat. Ini sedang terus dikaji agar jutaan jemaah yang menunggu bisa segera berangkat,” tambah Dahnil.

Perlu Didukung Tata Kelola Keuangan yang Baik

Selain peningkatan kuota, pemerintah juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana haji yang optimal. Reformasi tata kelola keuangan melalui lembaga seperti Badan Pengelola Keuangan Haji diharapkan mampu mendukung pembiayaan jemaah di masa mendatang.

Langkah ini dinilai krusial agar peningkatan kuota tidak hanya menjadi peluang, tetapi juga dapat diakses secara nyata oleh masyarakat Indonesia.

Momentum Tepat untuk Persiapan Haji Sejak Dini

Dengan adanya potensi peningkatan kuota dan percepatan antrean, masyarakat diimbau untuk mulai merencanakan perjalanan haji sejak dini melalui jalur resmi dan terpercaya.

Pastikan Anda memilih travel haji dan umrah yang legal, berizin, dan berpengalaman. Untuk informasi lengkap mengenai program haji dan umrah resmi, Anda dapat mengunjungi website resmi ABA Tour.