Niat, Keutamaan, dan Fadilah Puasa Tasu’a, Amalan Sunnah di Tanggal 9 Muharram yang Dianjurkan Bagi Umat Muslim

ABA
Admin ABA Tour

Ilustrasi Momen Berbuka puasa (Dok By Cnn Indonesia)

Bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah Puasa Tasu’a, yakni puasa yang dilaksanakan pada 9 Muharram, sehari sebelum puasa Asyura. Ibadah ini menjadi bagian dari puasa sunnah di bulan Muharram yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.

Puasa Tasu’a tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan memperbanyak amal ibadah. Dalam praktiknya, puasa ini kerap dilaksanakan beriringan dengan puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk penyempurna amalan sunnah di bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Apa Itu Puasa Tasu’a?

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram yang pada tahun 2026 Masehi ini bertepatan dengan tanggal 24 Juni. Anjuran puasa ini berkaitan dengan sunnah Rasulullah SAW yang ingin membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi puasa yang juga dilakukan kaum Yahudi pada hari Asyura.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama anjuran puasa Tasu’a, yakni berpuasa pada 9 Muharram sebagai pendamping puasa Asyura pada 10 Muharram. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura secara berurutan agar semakin sempurna dalam mengikuti sunnah Nabi SAW.

Niat Puasa Tasu’a

Seperti ibadah puasa sunnah lainnya, Puasa Tasu’a diawali dengan niat. Bacaan niat puasa Tasu’a yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma Tâsû’â-a lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa sunnah pada dasarnya dapat dilakukan sejak malam hari. Namun, menurut penjelasan para ulama, puasa sunnah juga masih sah apabila niat dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum zawal, selama seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Keutamaan Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a memiliki keutamaan karena termasuk dalam rangkaian puasa sunnah di bulan Muharram, bulan yang disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu waktu terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Dari hadis tersebut, para ulama menjelaskan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki nilai istimewa, termasuk puasa Tasu’a dan Asyura. Keutamaan puasa Tasu’a juga terletak pada posisinya sebagai pelengkap puasa Asyura, sekaligus bentuk ittiba’ atau mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam membedakan amalan umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi dan Nasrani.

Fadilah Puasa Tasu’a bagi Umat Islam

Selain menjadi amalan sunnah yang berpahala, puasa Tasu’a juga memiliki fadilah atau nilai spiritual yang besar bagi umat Islam. Pertama, puasa ini menjadi sarana melatih keikhlasan dan kedisiplinan dalam beribadah di awal tahun Hijriah. Kedua, puasa Tasu’a menjadi bagian dari upaya menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menyambut hari Asyura.

Ketiga, puasa Tasu’a juga menjadi pengingat bahwa Muharram adalah bulan mulia yang sepatutnya diisi dengan amal terbaik, bukan sekadar seremonial pergantian tahun Islam. Dengan melaksanakan puasa Tasu’a, seorang muslim diajak untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan muhasabah, taubat, dan tekad memperbaiki kualitas ibadah di bulan-bulan berikutnya.

Lebih Utama Dikerjakan Bersama Puasa Asyura

Para ulama umumnya menganjurkan agar puasa Tasu’a dilaksanakan bersamaan dengan puasa Asyura pada 10 Muharram. Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, pelaksanaan dua puasa ini juga dinilai lebih utama karena menghadirkan kesempurnaan dalam ibadah sunnah Muharram.

Puasa Asyura sendiri dikenal memiliki keutamaan besar, salah satunya sebagai amalan yang dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih. Karena itu, puasa Tasu’a dan Asyura sering dipandang sebagai pasangan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam pada bulan Muharram.

Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Login di Sini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!