Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kembali mengingatkan jemaah haji agar berhati-hati dalam pembayaran dam menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Pemerintah menegaskan pembayaran dam harus dilakukan melalui jalur resmi, aman, dan sesuai keyakinan fikih masing-masing jemaah.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI pada 17 Mei 2026, Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan fleksibilitas kepada jemaah terkait pelaksanaan dam, baik dilakukan di Arab Saudi, di Indonesia, maupun melalui mekanisme puasa sesuai pandangan fikih yang diyakini.
“Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih terkait pelaksanaan dam,” ujar Suci dalam keterangan resminya.
Lebih dari 70 Ribu Jemaah Sudah Bayar Dam
Berdasarkan data operasional terbaru, tercatat sekitar 70.758 jemaah telah melaksanakan pembayaran dam melalui berbagai mekanisme resmi yang tersedia.
Bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilakukan di Indonesia, pemerintah mempersilakan pelaksanaan sesuai ketentuan syariat yang diyakini.
Sementara bagi jemaah yang memilih dam di Tanah Haram, pemerintah merekomendasikan penggunaan layanan resmi melalui Adahi Project yang telah dilegalkan Pemerintah Arab Saudi.
Kemenhaj Ingatkan Modus Penipuan Dam Murah
Kemenhaj juga memberikan peringatan keras terkait maraknya tawaran pembayaran dam ilegal yang beredar melalui:
WhatsApp
Media sosial
Pesan singkat
Oknum tidak resmi
Biasanya modus tersebut menawarkan pembayaran dam dengan harga murah, proses cepat, dan tanpa prosedur jelas.
“Kami ingin memastikan jemaah terlindungi dari praktik tidak resmi yang berpotensi merugikan,” tegas Suci.
Dam Bukan Sekadar Transaksi
Menurut Kemenhaj, dam bukan hanya soal pembayaran, tetapi berkaitan langsung dengan kesempurnaan ibadah haji jemaah.
Karena itu, jemaah diimbau aktif berkonsultasi dengan:
Pembimbing ibadah
Petugas kloter
Petugas sektor
Petugas PPIH Arab Saudi
Update Operasional Haji 2026 : 17 Mei 2026
Selain soal dam, pemerintah juga menyampaikan perkembangan operasional haji terbaru.
450 kloter telah diberangkatkan
Total 173.928 jemaah dan 1.796 petugas telah menuju Arab Saudi
Sebanyak 168.106 jemaah sudah tiba di Makkah
Tercatat 11.960 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci
Persiapan Armuzna Terus Dimatangkan
Menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah terus mematangkan:
Transportasi jemaah
Tenda dan akomodasi
Konsumsi
Kesehatan
Perlindungan jemaah
Pembinaan ibadah
Kemenhaj juga mengimbau jemaah mulai menghemat energi, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, dan membatasi aktivitas di bawah terik matahari.
Jemaah Lansia dan Komorbid Jadi Prioritas
Khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), pemerintah meminta agar selalu aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan demi menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna.
Bersama ABA Tour, Ibadah Lebih Aman dan Terarah
Sebagai travel haji dan umroh terpercaya, ABA Tour selalu mengedepankan pendampingan ibadah yang aman, nyaman, dan sesuai aturan resmi pemerintah.
Bersama ABA Tour, perjalanan ibadah Anda lebih tenang dengan pembimbing berpengalaman, layanan profesional, dan pendampingan maksimal hingga meraih haji dan umroh yang mabrur.