Update Haji 2026: Kemenhaj RI Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H / 2026 M

ABA
Admin ABA Tour

Ichsan Marsha, Jubir kemenhaj RI 2026 menyampaikan update penyelenggaraan ibadah haji (Dok by kemenhaj ri 2026)

Menjelang fase puncak ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Cuaca ekstrem di Tanah Suci yang mencapai 42 derajat Celsius menjadi perhatian serius pemerintah demi keselamatan jemaah.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia pada 10 Mei 2026, operasional haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-20 berjalan lancar dengan jumlah keberangkatan yang terus meningkat.

Tercatat sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78.946 jemaah telah tiba di Makkah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Serius

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini cukup panas, berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.

Karena itu, jemaah diminta:

  • Mengurangi aktivitas berat di siang hari

  • Memperbanyak minum air putih

  • Menjaga pola makan

  • Memaksimalkan waktu istirahat

“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya,” ujar Ichsan di Makkah.

Jemaah Lansia dan Komorbid Diminta Lebih Waspada

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid).

Petugas kesehatan diminta aktif melakukan pendampingan, sementara jemaah diimbau segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun.

Saat ini tercatat sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Pemerintah Perketat Pengawasan Haji Nonprosedural

Selain fokus pada kesehatan, pemerintah juga terus memperkuat perlindungan jemaah dari praktik haji ilegal atau nonprosedural.

Kemenhaj bersama kementerian terkait dan Bareskrim Polri telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural untuk menindak pihak-pihak yang mencoba memberangkatkan jemaah menggunakan visa tidak resmi.

“Jangan tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji karena sangat berisiko dan berada di luar sistem perlindungan resmi,” tegas Ichsan.

Jemaah Gelombang Kedua Diingatkan Soal Ihram

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Bandara Jeddah agar sudah mengenakan kain ihram sejak embarkasi.

Hal ini karena proses pengambilan miqat dilakukan di perjalanan sebelum tiba di Makkah.

Total Jemaah Haji Asal Indonesia Wafat Capai 23 Orang

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada 9 Mei 2026. Dengan demikian, total jemaah wafat di Tanah Suci hingga saat ini mencapai 23 orang.

Pemerintah berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah menjelang fase puncak haji.

Percayakan Perjalanan Ibadah Anda Bersama ABA Tour

Sebagai travel haji dan umroh terpercaya, ABA Tour berkomitmen memberikan pendampingan ibadah yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur resmi pemerintah.

Bersama ABA Tour, perjalanan ibadah Anda lebih tenang, terarah, dan didampingi secara profesional mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.